Memanfaatkan Media Sosial Untuk Jangka Panjang


Zoom meeting bersama Ayu Putri editor dari Bataswaktu
 

    PopularNews (Medan, 20/04/22) - Alasan utama generasi milenial cenderung memilih media sosial sebagai sumber informasi, karena: kemudahan akses; kenyamanan dalam penggunaan; dan tampilan yang menarik. Hal ini disampaikan oleh Teuku Ryan Ananda, Mahasiswa Semester VI Ilmu Komunikasi UMA. "Media Sosial cenderung lebih mudah untuk diakses. Khususnya pada kalangan mahasiswa lebih nyaman memakai gadget karena tampilannya yang menarik. Hal ini sangat disukai oleh anak zaman sekarang," ungkapnya. Pernyataan Ryan sejalan dengan data Kominfo (2020) yang menunjukkan, jumlah pembaca media sosial sebanyak 20,3%. Bersaing ketat dengan penonton televisi, yakni sebesar 49,5%. 

Pun demikian, Ryan mengingatkan agar generasi milenial tidak lantas candu dan dikendalikan oleh gawai. "Perkembangan teknologi ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk hal yang positif," imbuhnya. Hal ini mengingatkan kami dan tim redaksi akan teori dependensi media, yang dalam skala buruk dapat berdampak terhadap perilaku FOMO (Fear Of Missing Out). Atau takut ketinggalan informasi, yang menyebabkan pelakunya tidak produktif. Menurut Ryan generasi muda perlu perlu menyikapi secara bijak, terkait dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era disrupsi digital sekarang ini. "Disrupsi ini tergantung bagaimana kita menyikapinya. Manfaatkan era disrupsi ini dengan baik, karena perkembangan teknologi sudah semakin canggih. Jadi lebih baik dipakai untuk hal yang positif," katanya. 

Ryan mencontohkan seperti menggunakan media sosial untuk mengerjakan tugas, atau melakukan pekerjaan. "Saya melihat hal ini sebagai hal yang baik untuk ke depannya dalam jangka panjang, serta mempermudah manusia. Dimana teknologi ini sangat memudahkan masyarakat dalam melakukan pekerjaannya. Khususnya anak-anak muda zaman sekarang banyak yang menjadi freelancer. Perkembangan teknologi ini sangat membantu, karena praktis dan nyaman," jelas Anggota Perhumas Medan ini. Salah satunya seperti Bataswaktu, yang memanfaatkan media sosial sebagai ajang promosi kualitas karya mereka. Terutama di bidang fotografi dan videografi kepada para klien. "Tentunya dengan video dan foto yang menarik akan menghasilkan engagement (keterikatan) dapat membuat calon customer tertarik, hingga 70% saat melihat iklan tersebut. Maka kami Bataswaktu hadir untuk mewujudkan itu," terang Ayu Putri, videographer sekaligus editor di Bataswaktu. 

Terlebih, di era disrupsi digital kini meniscayakan terjadinya perseteruan akibat maraknya post truth, hoaks, dan ujaran kebencian yang berseliweran di media sosial. Oleh karena itu, Ryan mengajak generasinya untuk senantiasa memanfaatkan media sosial dalam artian jangka panjang. Bukan dalam artian jangka pendek, seperti menyalahgunakan teknologi tersebut. "Lebih baik terlambat daripada tidak memulainya sama sekali," tutupnya.

Previous
Next Post »